 |
|
Deep Web (juga dikenal dengan nama Deepnet, DarkNet, Invisible Web, Undernet atau Hidden Web) di Indonesia dapat disebut sebagai Web Mendalam. Deep Web merupakan bagian dari World Wide Web tetapi tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu dengan menggunakan mesin pencari web yang menggunakan indeks mesin pencari web. Deep Web berbeda dengan Dark Internet, dimana komputer tidak dapat lagi dijangkau melalui Internet, atau dengan Darknet yang merupakan jaringan untuk menukarkan data, yang dapat digolongkan sebagaibagian kecil dari Deep Web.
Mike Bergman, pendiri BrightPlanet yang memberikan istilah tersebut mengatakan bahwa mencari di Internet pada saat ini dapat dibandingkan dengan menjaring ikan di permukaan laut: akan mendapatkan banyak ikan yang tertangkap di jaring, tetapi informasi yang sangat dalam tidak akan tertangkap Kebanyakan dari iformasi yang terdapat di jaringan Internet, terkubur sangat dalam situs yang dinamis, dan mesin pencari web yang standar tidak dapat menemukannya. mesin pencari web yang tradisional tidak dapat "melihat" atau mengambil data di dalam Deep Web. Halaman-halaman tersebut dianggap tidak ada hingga mereka tercipta secara dinamis sebagai hasil dari pencarian secara spesifik. Sejak tahun 2001, Deep Web telah dinyatakan memiliki ukuran yang lebih besar dari Web biasa
sumber : wikipedia
Seperti kita tahu, informasi di internet jumlahnya amat tidak terbatas. Tapi karena capek ngitungnya dan ga tau di mana ngitungnya, kita sebut saja tidak terbatas.
Anda mau nyari informasi apa? Tinggal ketik di mesin pencari seperti Google maka muncul ratusan, ribuan, bahkan jutaan informasi hasil penelusuran mereka. Tapi tahukah Anda bahwa sebanyak-banyaknya informasi yang ada di search engine itu, masih lebih banyak lagi informasi yang belum ada di catatan mereka?
Dalam beberapa tulisan tentang deep web, disebutkan bahwa informasi yang bisa kita cari di mesin pencari tersebut kurang dari 4% dari total seluruh informasi yang ada di internet. Lantas 96 % Lagi ?.
Mesin pencari, mari kita sebut saja Google, hanya menelusuri halaman-halaman web yang oleh pemiliknya diijinkan untuk ditelusuri. Jika pemiliknya tidak mengijinkan, tentu saja Google tidak akan menelusurinya dan tidak mengetahui adanya data tersebut.
Seperti analogi sensus penduduk, petugas sensus hanya mencatat sesuai pernyataan dari kepala keluarga yang dikunjungi. Jika pemilik rumah ternyata memiliki banyak anak yang selama bertahun-tahun hidup bahagia main PS di ruang bawah tanah –dan tidak dilaporkan kepada petugas– maka petugas sensus tidak akan mengetahuinya.
Nah, informasi yang “tidak terlihat” inilah yang disebut sebagai deep web.
Bila agan-agan penasaran dengan deep web, agan bisa membukanya di SINI